Budidaya Jamur Tiram dan Olahannya

Authors

  • Yurma Metri Universitas Prima Nusantara
  • Muhammad Amri Universitas Prima Nusantara
  • Budi Santosa Universitas Prima Nusantara
  • Ridwan Putra Universitas Prima Nusantara
  • Ahmad Ali Zulfiqar Majid Universitas Prima Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.54099/jpma.v5i2.1812

Keywords:

jamur tiram, budidaya jamur, nugget jamur, pemberdayaan masyarakat, agroindustri.

Abstract

Kenagarian Panampuang terletak di Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, dengan jarak sekitar ±100 km dari ibu kota kabupaten. Nagari ini merupakan salah satu dari tujuh nagari di Kecamatan Ampek Angkek yang berbatasan dengan Kecamatan Tilatang Kamang di utara, Kecamatan Baso di selatan, Kecamatan Canduang di timur, dan Kota Bukittinggi di barat. Secara geografis wilayah ini berada pada ketinggian 600–1000 m dpl di lereng Gunung Merapi, dengan kondisi topografi yang bervariasi dari dataran hingga perbukitan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2025), Kecamatan Ampek Angkek memiliki luas wilayah sekitar 33,53 km² dengan jumlah penduduk 43.328 jiwa. Sementara itu, Nagari Panampuang memiliki luas wilayah sekitar 770 km² dengan jumlah penduduk 8.421 jiwa atau 1.956 kepala keluarga. Wilayah ini memiliki suhu udara berkisar antara 20–29°C, kelembapan rata-rata 88%, serta curah hujan tinggi sekitar 3500–4500 mm/tahun tanpa bulan kering.

Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Dalam beberapa tahun terakhir, budidaya jamur tiram mulai berkembang sebagai usaha sampingan karena kondisi iklim yang sangat mendukung. Usaha ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang baik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam teknik budidaya jamur tiram yang tepat agar menghasilkan produksi dan kualitas yang lebih baik. Selain itu, jamur tiram juga memiliki nilai gizi tinggi, terutama kandungan protein dan serat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi dalam berbagai produk olahan seperti nugget, bakso, dan abon.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terkait budidaya jamur tiram serta pengolahan nugget jamur sebagai produk agroindustri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan produksi jamur tiram serta munculnya produk olahan nugget jamur tiram sebagai peluang usaha agroindustri bagi masyarakat.

References

Badan Pusat Statistik. (2025). Kecamatan Ampek Angkek dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Agam. URL: https://agamkab.bps.go.id/publication.html

Dhewi, R. M., Juwita, R., Suhartono, S., & Kristiani, V. (2023). Inovasi budidaya jamur tiram sebagai penghasilan tambahan di masa pandemi. Jurnal Abdi Masyarakat, 8(2), 120–128. URL: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jp2m

Hasan, G. Q., & Abdulhadi, S. Y. (2023). Molecular characterization and antioxidant activity of β-glucans from Pleurotus ostreatus. Journal of Fungal Research, 15(2), 45–53. URL: https://doi.org/10.5943/jfr

Junaedy, E., & Jumiati, E. (2025). Penguatan ketahanan ekonomi berbasis potensi lokal melalui budidaya jamur tiram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin, 5(2), 88–96. URL: https://journal.waradin.ac.id/index.php/jpmw

Lusiana, H., Ambarwati, R., Fajriyanti, I., Ariani, G. M. G., Firdaus, F., & Mursanto, M. (2024). Pelatihan teknik praktis budidaya jamur tiram sebagai alternatif protein dan penghasilan tambahan. Jurnal Pengabdian, 3(1), 21–28. URL: https://journal.unesa.ac.id/index.php/pengabdian

Matita, I. C., Dipakalyano, D., Irawati, W., & Parhusip, A. J. N. (2025). Budidaya jamur tiram putih menggunakan limbah pertanian dan pengolahannya menjadi produk pangan untuk meningkatkan perekonomian UMKM. Comunità Servizio: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(1), 31–43. URL: https://journal.unpar.ac.id/index.php/comunitaservizio

Novyarni, N., Kartijo, K., & Harni, R. (2024). Penyuluhan program budidaya petani jamur tiram putih millennial. AJAD: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 33–38.URL: https://journal.ugm.ac.id/ajad

Ratnasari, D. (2024). Pembelajaran budidaya jamur tiram sebagai media pengembangan kewirausahaan. Wawasan: Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan, 2(1), 45–52. URL: https://journal.uny.ac.id/index.php/wawasan

Suwardoyo, U., Alauddin, Y., Jasmawati, J., & Wirawan, R. (2025). Implementasi smart farming pada budidaya jamur tiram. Jurnal Mosfet, 5(1), 15–23. URL: https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/mosfet

Valverde, M. E., Hernández-Pérez, T., & Paredes-López, O. (2016). Edible mushrooms: Improving human health and promoting quality life. International Journal of Microbiology, 2016, 1–14. URL: https://doi.org/10.1155/2016/3763874

Heleno, S. A., Ferreira, I. C. F. R., Antonio, A. L., Queiroz, M. J. R. P., & Barros, L. (2015). Nutritional value, bioactive compounds and antioxidant properties of three edible mushrooms from Poland. Food Bioscience, 11, 48–55. https://doi.org/10.1016/j.fbio.2015.04.006

Downloads

Published

2026-06-05

How to Cite

Metri, Y., Amri, M., Santosa, B., Putra, R., & Majid, A. A. Z. (2026). Budidaya Jamur Tiram dan Olahannya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, 5(2). https://doi.org/10.54099/jpma.v5i2.1812

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.