Membangun Kesejahteraan dan Kesiapan Pulang: Pendampingan Work-Life Balance bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Authors

  • Ratna Komala Putri Telkom University
  • Maria Apsari Sugiat Telkom University
  • Dian Indiyati Telkom University

DOI:

https://doi.org/10.54099/jpma.v5i2.1720

Keywords:

PMI, Worklife Balance, Reintegrasi, Persiapan Pulang,, Pengabdian Masyarakat.

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri kerap menghadapi tekanan kerja, keterbatasan dukungan sosial, serta tantangan adaptasi lintas budaya yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kesiapan menghadapi kepulangan ke Indonesia. Kurangnya pemahaman mengenai Work-Life Balance (WLB), manajemen stres, serta perencanaan reintegrasi sosial dan keluarga berpotensi menimbulkan kesulitan adaptasi pascapulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PMI dalam menerapkan Work-Life Balance yang terintegrasi dengan kesiapan reintegrasi dan persiapan pulang ke tanah air.

Program dilaksanakan secara luring pada 29–30 November 2025 di Taichung, Taiwan, bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, dengan melibatkan PMI dari berbagai sektor pekerjaan. Metode pelaksanaan meliputi workshop interaktif, diskusi kelompok, sesi reflektif, serta praktik sederhana manajemen stres, mindfulness, dan perencanaan transisi pascapulang.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya keseimbangan kerja-kehidupan, kesehatan mental, serta kesiapan psikologis dan sosial dalam menghadapi kepulangan. Peserta mampu mengidentifikasi tantangan personal, merumuskan strategi adaptif, serta menyusun rencana awal reintegrasi keluarga dan sosial. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesiapan mental, kesadaran kesejahteraan, dan arah perencanaan hidup pascapulang PMI. Program ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan PMI berbasis kesejahteraan holistik yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah penempatan lainnya.

References

Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2022). Digital marketing: Strategy, implementation and practice (8th ed.). Pearson Education.

Dewi, R. S., & Nugroho, Y. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dalam pengembangan kapasitas. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 145–156.

Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work–family balance: A review and extension of the literature. Journal of Management, 37(1), 17–50. https://doi.org/10.1177/0149206310380649

Haar, J. M., Russo, M., Suñe, A., & Ollier-Malaterre, A. (2014). Outcomes of work–life balance on job satisfaction, life satisfaction, and mental health: A study across seven cultures. Journal of Vocational Behavior, 85(3), 361–373. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2014.08.010

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja migran Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Kreiner, G. E., Hollensbe, E. C., & Sheep, M. L. (2009). Balancing borders and bridges: Negotiating the work–home interface via boundary work tactics. Academy of Management Journal, 52(4), 704–730. https://doi.org/10.5465/amj.2009.43669916

Lockwood, N. R. (2003). Work/life balance: Challenges and solutions. Society for Human Resource Management.

Malik, M. I., Saleem, M., & Ahmad, M. (2010). Work–life balance and job satisfaction among doctors in Pakistan. South Asian Journal of Management, 17(2), 112–123.

Nasution, H., & Hidayat, R. (2020). Pendekatan partisipatif dalam pengabdian masyarakat sebagai strategi peningkatan efektivitas program. Jurnal Abdimas, 4(1), 25–34.

Rahayu, S., & Wibowo, A. (2021). Penguatan kapasitas masyarakat melalui program pengabdian berbasis keterampilan adaptif. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 67–78.

Sirgy, M. J., & Lee, D. J. (2018). Work–life balance: An integrative review. Applied Research in Quality of Life, 13, 229–254. https://doi.org/10.1007/s11482-017-9509-8

UNESCO. (2022). Community-based learning and well-being for sustainable development. UNESCO Publishing.

Voydanoff, P. (2005). Toward a conceptualization of perceived work–family fit and balance: A demands and resources approach. Journal of Marriage and Family, 67(4), 822–836. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2005.00178.x

World Bank. (2023). Migration and development brief. World Bank Group.

Downloads

Published

2026-06-05

How to Cite

Putri, R. K., Sugiat, M. A., & Indiyati, D. (2026). Membangun Kesejahteraan dan Kesiapan Pulang: Pendampingan Work-Life Balance bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, 5(2), 59–65. https://doi.org/10.54099/jpma.v5i2.1720

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.